//
you're reading...
kabar tuban

Hasanudin, Perajin Berbahan Pelepah Pisang di Tuban

Belajar Otodidak dari Teman Karibnya

Di tangan Hasanudin, 37, pelepah pisang bisa dijadikan barang bernilai seni. Tas, tempat tissue, bunga, bolpoin, serta gantungan kunci berbahan pelesah pisang telah banyak dijual warga Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak itu.

Tumpukan pelepah pisang kering kecokelatan memenuhi sebuah gubug berukuran 3 x 5 meter. Lem, gunting kardus, botol air minum, gelas, biji asem, biji koro, dan biji tanaman kacang-kacangan juga ada di gubug itu.

Kemarin (12/9) siang, dua orang sibuk beraktivitas. Satu orang menggunting kardus sementara satu orang lainnya sibuk mengelinting pelepah pisang untuk dijadikan tali tampar.

”Iya inilah gubugnya,” kata Hasanudin, salah satu dari dua orang itu kepada wartawan koran ini.

Gubug itu dijadikan warga Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak ini untuk sentra pembuatan kerajinan seperti tas, tempat tissue dan bunga. Juga, tempat bolpoin dan gantungan kunci.

Kerajinan ini baru digeluti Hasan sekitar enam bulan lalu. Awalnya, dia belajar dari teman karibnya dari luar kota Tuban. ”Jadi ini otodidak,” aku dia.

Berbekal melihat dan mengamati kerajinan milik temannya itu, Hasan lalu mencobanya di rumah. Hasil karyanya semula kurang memuaskan. Namun, dia tak putus asa. Dengan kesabarannya, Hasan terus menelateni kerajinan tersebut.

Usahanya itu pun berkembang. Istri Rofi’ah ini lalu merekrut tiga karyawan. Pembuatan kerajinan tersebut diawali dengan dikeringkannya pelepah pisang selama 4-5 hari. Setelah itu, pelepah pisang dipotong-potong sesuai dengan ukuran kebutuhan. Potongan tersebut lalu dihaluskan dengan alat tradisional.

Selanjutnya, pelepah pisang dipadukan dengan pernik-pernik yang ada. Seperti membuat tempat bunga. Satu botol tempat air minum dibungkus dengan pelepah tersebut dengan menggunakan lem. Di atas pelepah itu lalu dikasih pernik-pernik tampar kecil yang telah disediakan. Agar tidak mudah lepas, Hasan menempelkan dengan lem.

Untuk menghasilkan karya lebih bernilai seni, Hasan lalu menambahi bungkusan pelepah itu dengan biji-bijian dari alam. ”Terakhir kami kasih pernis,” katanya sambil menunjukkan salah satu tempat bunga.

Setiap hari, Hasan yang dibantu tiga karyawannya bisa membuat 10 tas, tempat tissue, bolpoin, dan gantungan kunci. Sebagian barang-barang tersebut dijual bervariasi antara Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu. ”Kalau gantungan kunci hanya Rp 4 ribu,” katanya.

Untuk mencari bahan pelepah pisang, Hasan tidak terlalu kesulitan. Di sekitar rumahnya, banyak warga yang memiliki pohon pisang. ”Pelepah kering ini kami beli Rp 1 ribu per kg. Belinya dari para wali murid yang anaknya sekolah di tempat saya,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Al Husain ini.

Hasil karya Hasan sudah pernah diikutkan pameran di Tuban. Dalam waktu lima hari, dia berhasil menjual 200 jenis kerajinannya. ”Kami pernah membawa ke diknas. Saat itu ada kunjungan Dinas Pariwisata Jatim, juga tertarik. Bahkan, suruh mengembangkan,” tuturnya. (zaki tamami radar-bojonegoro)

Diskusi

7 thoughts on “Hasanudin, Perajin Berbahan Pelepah Pisang di Tuban

  1. assalamu’alaikum pak hasan
    apa bapak juga bikin tali pelepah pisang, kami membutuhkan dalam bentuk seperti jaring ikan (kantong buah salak) hub. 021 93794808, terima kasih

    Posted by akhmad shodiq | 22 April 2010, 14:00
    • maaf,baru sempat baca, ya, saya bikin tali pelepah pisang cuma tdk berbentuk kantong buah, kalo boleh tau kira2 kegunaanya untuk apa ya? smg sy dpt membantu.

      Posted by HASANUDIN | 24 Januari 2012, 23:56
  2. Assalamu’alaikum
    Bagi teman-teman semua, saya membutuhkan tali pelepah pisang ukuran 5-6 mm. Kalo ada info, bisa hubungi saya 085852150950 / 031-81851961
    terimakasih.
    Assalamu’alaikum.

    Posted by syafi'ul | 5 Mei 2010, 10:29
    • MAS SAIFUL..ya kami bikin tali pelepah pisang dari ukuran terkecil sampai agak besar, untuk kebutuhan kami kerajinan pelepah pisang, tapi kalo mas saiful membutuhkan kami usahakan bisa membantu, cuma ukuranya kecilnya seberapa ya? dan panjang tentunya, ni no.ku 081 359 929 727

      Posted by HASANUDIN | 25 Januari 2012, 00:04
  3. Lek pa kbr neh? Wah tmbh sukses ja ea

    Posted by Atta | 28 Februari 2011, 05:23
  4. Wah tambh sip ae pak lik..

    Posted by wwdsunarto@gmail.com | 18 Mei 2011, 16:45

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: