//
you're reading...
kabar tuban

Jalur Pantura Tuban Rusak Parah

Jalur pantai utara (pantura) Pulau Jawa di ruas Jenu-Bancar, Kabupaten Tuban, Jatim, mengalami penyempitan dan rusak parah.

Rusaknya ruas jalan nasional antarprovinsi ini karena dilewati kendaraan bertonase tinggi. Akibatnya, banyak ruas jalan yang bergelombang dan ambles pada bahu kanan dan kiri jalan.

Kenyataan itu mengharuskan pengguna jalan harus ekstra waspada. Terlebih, pada titik tertentu sedang dilakukan perbaikan tanpa dipasangi rambu peringatan.

Pantaun Media Indonesia, Selasa (2/8), jalan rusak pecah dan bergelombang itu terjadi di Desa Kinanti, Kecamatan Tambakboyo. Pada ruas ini, kondisi jalan banyak yang ambles dan pecah-pecah. Selain itu, pada titik ini kondisi jalan juga menyempit.

Kerusakan jalan ini sebenarnya sudah berlangsung lebih dari setahun terakhir. Namun hingga saat ini, belum ada perbaikan.

Sedangkan pelebaran dan peningkatan jalan sedang dilakukan di titik Desa Purworejo-Desa Glondong, Kecamatan Jenu atau sekitar dua kilometer ke arah Semarang. Perbaikan dan peningkatan jalan pada titik ini, dilakukan dengan mengeruk bahu kanan dan kiri ruas jalur nasional ini.

Pengerukkan bahu kanan dan kiri jalan dengan kedalaman sekitar satu meter lebar kisaran dua meter. Upaya perbaikan jalan dengan tanpa memasang rambu lalulintas ini dikeluhkan warga. Sebab, dikuatirkan bisa terjadi kecelakkan ayang memakan korban.

“Setelah dikeruk, harusnya dipasangi rambu. Biar tidak membahayakan pengguna jalan,” jelas Kartono,28, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Bancar ini, kepada Media Indonesia, Selasa (2/8).

Pengerukan, lanjutnya, sudah dilakukan sekitar dua bulan terakhir. Namun hingga saat ini tidak dipasang rambu peringatan. Harusnya, jika tidak ada rambu peringatannya pihak pekerja bisa mensiasatinya dengan mengatur setiap kendaraan yang melintas.

“Ini tidak. rambu tidak ada lalulintaspun juga ga ada yang mengatur. Kan bahaya, rawan kecelakaan,” terangnya.

Dengan kondisi tersebut, dirinya harus ekstra waspada saat melintas di sepanjang jalur tersebut. Terutama, jika kalau melintas pada sore dan pagi hari.

(YK/OL-3/Mediaindonesia.com)

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: