//
you're reading...
kabar tuban

Ngetren, Judi lewat Facebook

Texas Holdem (kinjeng.net)

Satu lagi dampak negatif jejaring sosial Facebook mulai dirasakan masyarakat. Yakni, perjudian yang kian marak dengan menggunakan game online poker yang ada dalam fasilitas Facebook.
Dari penelusuran Surya, program poker di Facebook sebenarnya hanya sekadar untuk bermain sambil berhubungan lewat jejaring sosial yang sedang naik daun tersebut. Tapi, dalam perkembangannya, permainan tersebut oleh sebagian orang dimanfaatkan untuk memperkaya diri. Kondisi itu terus berkembang hingga menjadi konsumsi berbagai kalangan yang gemar bermain judi.

Dalam permainan poker di Facebook, seseorang bisa berjudi layaknya pemain poker sebenarnya. Mereka pun bisa bertaruh di beberapa kelas dalam setiap meja yang disediakan game online itu. Setiap meja berisi sembilan pemain dan seorang bandar yang sudah terprogram. Sedangkan kelas permainan ditentukan besar kecil nilai taruhan.

Untuk bermain, syaratnya harus memiliki chips (bernilai uang dalam bentuk dolar) untuk dipertaruhkan. Setiap hari, program poker memberi dana rata-rata 100 dolar – 2.000 dolar AS untuk setiap pemain sebagai modal. Nilai ini, sangat kecil sekali. Pasalnya, dari puluhan kelas yang ada, nilai tersebut terbilang paling rendah. Sementara yang biasa dimainkan saat ini nilai di atas 1 juta dolar AS.

Dan jika habis, bakal ada tampilan di monitor yang menawarkan pembelian chips menggunakan kartu kredit secara online.

“Tapi, sekarang sudah banyak yang jual secara langsung. Tidak usah beli menggunakan kartu kredit seperti yang ada dalam game tersebut. Harganya Rp 15.000 untuk chips senilai 1 juta dolar atau biasa disebut 1 M,” ujar Fs, salah seorang pemuda di Tuban yang biasa menjual chips poker. “Kalau mau, saya bisa melayani berapa chips yang Anda butuhkan,” sambungnya menawarkan.

Hal senada diceritakan Sd, juga pemuda asal Tuban. Ia menuturkan bahwa punya banyak teman yang biasa berjual beli chips poker Facebook. “Banyak teman saya yang jual. Bahkan, beberapa waktu lalu ada yang sampai mendapatkan sepeda motor gara-gara menjual banyak chips,” kisahnya.

Para penjual chips itu tidak murni mendapatkannya dari hasil kemenangan bermain poker di Facebook. Kebanyakan dari mereka juga membeli dari orang lain, kemudian dikumpulkan untuk selanjutnya dijual lagi.

Hal ini ternyata sudah terendus polisi. Sejumlah petugas sudah mulai mendalami perjudian menggunakan Facebook tersebut. “Jelas itu termasuk perjudian. Sebab, ada yang dirugikan dan ada yang diuntungkan dalam permainan itu,” tegas AKBP Nyoman Lastika, Kapolres Tuban. Namun, menurut kapolres, tindak pidana perjudian model seperti ini sulit sekali dibuktikan.

(nst31/surya.co.id)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: