//
you're reading...
kabar tuban

Mantan Cabup Tuban Independen Dipolisikan Wakilnya

Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin tepat terhadap yang menimpa M Chamim Amir, Cabup Tuban dari jalur independen. Ia dilaporkan wakilnya, Ashadi Suprapto, ke Polres Tuban karena dianggap menipu dirinya, Rabu (22/6/2011).

Ashadi mengaku telah ditipu oleh Chamim karena diberi cek kosong untuk pelunasan hutangnya. Bahkan cek senilai Rp 55 juta di BRI Tuban itu tak bisa dicairkan karena saldo rekening atas nama Chamim telah kosong.

Informasi nyang dihimpun menyebutkan, sebelumnya keduanya mencalonkan diri dalam Pemilukada Tuban 2011-2016 dengan sebutan MATOH. Dalam kesepakatan keduanya saat pencalonan, kalau Chamim meminta kepada Ashadi Soeprapto untuk mencarikan dana dari pihak ketiga. Yang saat itu nilainya Rp 40 juta, yang akan digunakan untuk dana kegiatan Pemilukada.

Ashadi kemudian meminjam uang di KPPRI di Jalan Basuki Rahmat-Tuban, senilai Rp 40 juta. Ternyata, pada tanggal 2 Januari 2011 kemarin, cek yang digunakan untuk membayar pinjaman ke KPRI tersebut tak bisa dicairkan lantaran saldonya kosong.

Sayangnya, Ashadi Suprapto usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi pelapor tak meu memberi keterangan kepada wartawan. “Jangan dulu. Nanti saja, ya,” ujar Ashadi yang juga kepala SMK PGRI Tuban ini sambil meninggalkan wartawan, di Mapolres Tuban di Jalan Wahidin Sudiro Husodo-Tuban.

Sedangkan kuasa hukum Ashadi Suprapto, Widyo Satmoko SH menyatakan jika kasus ini menekankan terkait penipuan yang dilakukan Chamim Amir kepada kliennya Ashadi Soeprapto. “Kita hanya mempersoalkan masalah penipuan saja. Karena cek yang diberikan tidak bisa dicairkan, menurut keterangan petugas BRI saldonya kosong,” kata Satmoko.

Ketika disinggung soal kabar yang beredar kalau dalam Pemilukada kemarin, Chamim meminta kepada Ashadi Soeprato untuk mencarikan dana kepada pihak ketiga sebesar di atas Rp 500 juta. Yang saat itu, jaminannya rumah mewah milik Chamim di Jalan Wahidin Sudiro Husodo-Tuban. Dan setelah kalah ternyata lepas tangan begitu saja.

“Soal itu saya tidak komentar, tanyakan langsung ke beliaunya saja,” elak pengacara muda kondang di Tuban itu.

Perlu diketahui, dalam Pemilukada Tuban bulan Maret 2011 lalu pasangan MATOH saat mendaftarkan ke KPU membawa 44.712 dukungan. Yang saat itu telah memenuhi sarat, karena saratnya hanya 38,512 dari sarat dukungan 38.171.

Dan hasil suaranya pasangan ini, hanya mendapatkan suara 6.744 atau 0.09 persen setelah penghitungan suara. Yang mendapatkan ringking ke lima dari enam pasangan yang mengikuti Pemilukada.

M Chamim Amir saat dihubungi melalui ponselnya tidak ada jawaban karena tidak aktif. Sedangkan Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Budi Santoso juga membenarkan adanya laporan tersebut.

“Saat ini kasus yang dilaporkan saksi Ashadi Suprapto itu saat ini tengah dalam pengusutan petugas,” kata Budi Santoso.

(fat/fat/surabaya.detik.com)

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: