//
you're reading...
kabar tuban

Pengemudi Back Hoe Tewas Tertimpa Batu Kumbung

Nasib tragis menimpa, Wito (43) warga Dusun Topar, Desa Talangkembar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Pengemudi back hoe ini tewas seketika setelah kendaraan alat berat yang dikemudikan tertimpa runtuhan batu di lahan pertambangan pasir kwarsa CV Salam Barokah desa setempat.

Saat ditemukan kondisinya terjepit di bagian kemudi back hoe. Batu sebesar mobil pick-up yang runtuh dari diding tambang setinggi 25 meter meringsekkan beck hoe hingga pengemudinya tewas di dalam.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, tragedi yang menimpa bapak dua putra ini bermula saat Wito mengoperasikan beck hoe untuk memindahkan pasir kuwarsa ke truk pengangkut. Beck hoe yang baru sebulan dikemudikan itu mempercepat kerja Wito.

Sialnya secara tiba-tiba perbukitan yang sudah nampak membentuk kubangan besar tersebut runtuh di salah satu dindingnya. Runtuhan batu mendadak langsung menimpa beck hoe. Bagian kemudi ringsek, Wito yang masih berada di dalamnya tak sempat menyelamatkan diri. Tubuhnya tergencet dari atas dan langsung tewas sebelum dievakuasi.

“Kang Wito tak sempat lari karena batu itu runtuh mendadak. Saat kami keluarkan dari reruntuhan sudah tidak bernyawa,” kata Munari (36) warga setempat saat ditemui wartawan di Desa Talangkembar, Kecamatan Montong, Tuban, Sabtu (4/9/2010).

Kejadian tersebut langsung dilaporkan warga ke Polsek Montong. Rombongan polisi yang dipimpin Kapolsek Montong, AKP Suparan mendatangi lokasi. Setelah berhasil dikeluarkan dari timbunan batu, jasad Wito dibawa ke Puskesmas Montong. Malam ini rencananya jenasah Wito dimakamkan di TPU desanya.

Sedangkan Kades Talangkembar, Montong, Edi Wiyono, menyatakan, diduga kejadian yang menimpa warganya akibat lalai dalam bekerja yakni mengambil tanah pada sisi bawah sehingga sisi atas tebing yang posisinya menggantung longsor. Selain itu pihak CV Salam Barokah dinilai tidak koordinasi dengan pemerintah desa.

“Ini kira-kira sudah setahun tidak ada koordinasi dengan kita,” jelas Edi Wiyono.

Hal senada diungkapkan Kapolsek Montong AKP Suparan. Dia mengaku sudah 2 tahun terakhir akivitas tambang pasir kwarsa itu tidak melakukan koordinasi dengan pihaknya.

“Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang ada kaitannya dengan kecelakaan kerja yang menewaskan pekerja ini. Masalah ini kita proses serius sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Suparan.

(fat/fat/surabaya.detik.com)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: