//
you're reading...
kabar tuban

Amdal Pabrik PT SG di Tuban Ditolak Petani

Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) tambang batu kapur untuk pabrik semen Tuban 4 milik PT Semen Gresik TBk (PT SG) ditolak petani setempat. Pasalnya, lahan seluas 458,9 hektar yang akan dipakai perusahaan BUMN itu, saat ini digarap ratusan petani setempat.

Lahan milik Perum Perhutani KPH Tuban di wilayah Desa Tegalrejo, Kapu, Tahulu, Tuwiri Wetan dan Desa Tuwiri Kulon, semuanya di Kecamatan Merakurak itu, merupakan tanah persil yang digarap petani. Mereka dari dusun-dusun di lima desa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Bancang Becok Bribin Tegal Pelem Karangrejo Peduli Lingkungan (Gemmbbel) Tuban ini resah, karena jika lahan itu ditambang bakal kehilangan mata pencaharian.

“Sikap kami sudah tegas menolak lahan yang kami garap dipakai tambang, meskipun kabarnya PT SG sudah membuat Amdal segala. Kami pun menolak keberadaan Amdal itu, karena selama ini tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi dan penyusunan Amdal,” tegas Kuncoro, Koordinator Gemmbel Tuban, kepada detiksurabaya.com, Selasa (7/7/2010).

Menurut Kuncoro, para keluarga petani yang tergabung dalam Gemmbel adalah petani penggarap asli tanah persil tersebut. Jika tanah persil yang selama ini menghidupi mereka terampas untuk tambang, sama halnya akan mati perekonomiannya dan bahkan menjadikan hidup mereka tak
tentram.

“Kami juga tidak mau kesehatan kami terancam karena begitu ditambang, akan berterbangan debu dan polusi udara. Lihat saja contoh warga yang hidup di sekitar pabrik semen, semuanya mengeluhkan masalah debu,” tegas Kuncoro.

Meski begitu, dia akui telah mendengar ada sosialisasi Amdal dari PT SG. Namun, dia memastikan yang mendatangi sosialisasi dan menerima Amdal tersebut bukan warga penggarap lahan.

“Mungkin saja mereka adalah para perangkat desa dan antek-anteknya yang rumahnya jauh dari lokasi tambang. Kita yang berada di sekitar lokasi malah tidak pernah diajak sosialisasi,” tegasnya.

Sementara itu, pihak PT Semen Gresik, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut hingga saat ini masih belum memberikan jawaban. Saat detiksurabaya.com, melayangkan konfirmasi melalui email, penjelasan baru akan diberikan 1-2 hari lagi, karena hal tersebut masih dikoordinasikan dengan departemen SG yang menangani Amdal.

(surabaya.detik.com/bdh/bdh)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: