//
you're reading...
kabar tuban

Tambang Batu Kumbung Longsor, 3 Orang Tewas

Tiga orang tewas akibat tertimbun longsoran batu kapur di Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak, Tuban, Kamis (1/7) siang. Jenasah mereka tertimbun di penambangan dengan kedalaman 20 hingga 40 meter.

Dua korban di antaranya bernama Mardiyono, 41 tahun, dan anaknya Syaiful, 18 tahun, warga Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak. Satu orang lagi bernama Suhadi, 40 tahun, warga Desa Mayang, Kecamatan Kerek, Tuban.

Hingga Kamis siang baru jasad Syaiful yang berhasil dievakuasi. Kondisinya mengenaskan dengan luka pada kepala, dada dan kaki akibat tergencet batu kapur. Sedangkan dua orang lainnya, yaitu Suhadi dan Mardiyono masih tertimbun longsoran batu. Evakuasi jenasah terkendala oleh medan yang sulit.

Informasi di lapangan menyebutkan pada Kamis siang warga dari Desa Tuwiri Wetan dikejutkan dengan suara gemuruh. Sumbernya diketahui dari penambangan batu kapur. Warga membentuk batu kapur empat persegi panjang untuk pondasi rumah.

Belasan warga selanjutnya menuju perbukitan batu kapur yang ambruk. Terlihat tambang dengan kedalaman sekitar 30 hingga 40 meter runtuh dan dipenuhi batu kapur rata-rata seberat 50 kilogram, tetapi tidak ada suara dari dalam penambangan.

Belakangan diketahui bahwa di dalam penambangan itu terdapat tiga orang. Mereka mulai mengambil batu kapur pada Kamis, sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Warga lalu membuka bongkahan batu dan menemukan jasad Syaiful sudah tak bernyawa.

Juru bicara Pemerintah Kabupaten Tuban, Gatot Setiyono, mengatakan sebenarnya pemerintah telah mengeluarkan larangan penambangan galian C. Pelarangan biasanya disertai operasi rutin Polisi Pamongpraja ke beberapa titik. “Tetapi, warga diam-diam tetap menambang batu,” tegasnya pada Tempo, Kamis, siang.

Aktivis Cagar (LSM lingkungan untuk Goa), Edy Thoyibi, mengakui bahwa penambang galian C juga dilarang, tetapi Pemerintah Tuban juga diminta konsisten jika terus melarang, sebab ada juga penambangan menengah dan penambangan modal besar. Mereka ini sama mengancamnya dari sisi perusakan lingkungan.

Kasus ambruknya batu kapur tercatat sudah dua kali dalam dua tahun terakhir ini. Daerah yang potensi longsor akibat galian C adalah di Kecamatan Rengel, Plumpang, Merakurak, Grabagan, Montong dan sebagian di Singgahan. Daerah tersebut merupakan kawasan kapur yang juga banyak ditemukan gua.

(Tempo Interaktif/Sujatmiko)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: