//
you're reading...
kabar tuban

Ratusan Petani Tuban Blokade Jalur Pantura

Sedikitnya seratus petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melakukan aksi memblokade ruas jalur pantai utara (pantura) di Tuban, Kamis (24/6). Aksi itu dipicu oleh kekecewaan terhadap DPRD Tuban yang tidak segera menyelesaikan tuntutan petani yang menolak rencana perluasan lahan tambang PT Semen Gresik (SG).

Aksi blokir ruas jalur pantura ini dilakukan oleh warga empat desa, tepatnya di perempatan depan Gedung DPRD Kabupaten Tuban. Warga ke empat desa yang menolak rencana perluasan tambang seluas 482 hektare itu tergabung dalam Gembel (Gerakan Masyarakat Bribin, Bancang, Becok Peduli Lingkungan).

Aksi penolakan ini adalah yang ke sekian kalinya. Namun, belum mendapatkan jawaban penyelesaian dari wakil rakyat. “Kami datang jauh-jauh dari rumah atas undangan DPRD Tuban. Tapi, sesampai di sini tidak ada sedikitpun yang dihasilkan dari pertemuan dengan ketua dan
sejumlah anggota dewan,” kata Koordinator aksi, Kuncoko, Kamis (24/6).

Di depan kami, lanjutnya, mereka hanya sibuk bersitegang sendiri, sampai akhirnya hearing dihentikan tanpa keputusan. Karena kecewa dengan kinerja wakil rakyat, seratusan petani itu kemudian keluar dari dalam gedung DPRD dan melakukan aksi dengan memblokade jalur pantura.

Mereka kemudian, duduk berjajar di tengah jalan. Bahkan, sejumlah peserta aksi ada yang sengaja tidur-tiduran di tengah jalan. Kondisi ini, mengakibatkan jalur pantura macet total sekitar 5 menit. Tidak berselang lama, sejumlah petugas kepolisian yang berjaga tidak jauh dari lokasi langsung mengalihkan arus lalu lintas dari jalur itu ke jalan Letda
Sutjipto.

Sejurus kemudian, petugas kepolisian memaksa para pendemo untuk membuka blokade. Mendapat desakan dari petugas, massa kemudian menuruti permintaan polisi yang mendorong mereka ke pinggir jalan. Setelah itu, mereka membubarkan diri.

“Pokoknya, kami akan tetap kembali untuk menggelar aksi sampai perluasan lahan dihentikan. Apapun resikonya, kami menolak perluasan lahan tambang PT Semen Gresik,” tegas Kuncoko.

(media indonesia/YK/OL-8)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: