//
you're reading...
kabar tuban

Ratusan Gembbel Tumpengan di DPRD Tuban

100 Aktivis Gerakan Masyarakat Bancang Becok Bribin Tegal Pelem Karangrejo Peduli Lingkungan (Gembbel) Tuban menggelar tumpengan, di pelataran gedung DPRD Tuban Jalan Teuku Umar-Tuban, Kamis (25/3/2010).

Aksi itu dilakukan karena mereka kecewa dengan kinerja DPRD Tuban yang tak mau memperjuangkan tuntutannya. Unjuk rasa yang dilakukan di DPRD maupun Pemkab Tuban tersebut menolak rencana perluasan lahan tambang batu kapur PT Semen Gresik yang menerjang lahan mereka.

Sedangkan lahan yang bakal dipakai PT SG seluas 400 hektar lebih itu berada di wilayah Desa Tegalrejo, Kapu, Tahulu, Tuwiri Wetan dan Tuwiri Kulon, semuanya di Kecamatan Merakurak. Para aktivis Gembbel pun berasal dari lima desa tersebut.

Dalam aksi tersebutn sebenarnya pihak DPRD Tuban mengundang 10 orang perwakilan Gembbel, PT Semen Gresik dan Pemkab Tuban. Dengan agenda, melakukan musyawarah terhadap tuntutan Gembbel. Tapi pihak Gembbel menolak, mereka hanya mau bermusyawarah dengan Bupati Tuban, Direktur PT SG dan 5 pakar lingkungan dan Geologi yang dibayar PT SG melakukan survey lapangan di lahan yang akan dipakai tambang tersebut.

Gembbel menilai, survey yang dilakukan para pakar Geologi tersebut tidak memihak masyarakat. Padahal penolakan masyarakat dilakukan karena jika lahan tersebut ditambang, bakal mematikan sumber air bawah tanah yang selama ini menjadi andalan irigasi pertanian di wilayah
setempat.

“Sesuai janji dari DPRD akan mempertemukan kita dengan pihak yang bisa membuat keputusan. Makanya kami menolak dialog kalau toh akhirnya musyawarah tak bisa menyelesaiakan masalah,” tegas Kuncoro saat ditemui wartawan di sela-sela aksi di halaman DPRD Tuban.

Melihat dialog gagal, tiba-tiba para aktivis Gembbel mengeluarkan dua tumpeng yang telah disiapkan. Mereka langsung menggelar doa bersama mengelilingi tumpeng. Tumpeng itu ditulis “Tumpeng Kuat Semoga Masyarakat Gembbel Kuat” itu akhirnya dimakan bersama para aktivis, dengan alas daun jati.

“Tumpengan ini juga bertujuan agar DPRD Tuban bersih dari syetan, agar mampu terbuka matanya untuk memperjuangkan asnib rakyat miskin,” teriak sejumlah aktivis Gembbel.

Karena permintaannya bertemu  bupati, Direktur PT SG dan para pakar tak dituruti akhirnya mereka membubarkan diri. Para pejabat PT SG yang dikirim diantaranya, Kabag Bina Lingkungan Adi Syamsul, Eko Honeng (Humas), pejabat Badan Lingkungan Hidup Pemkab Tuban dan sejumlah aparat Polres pun membubarkan diri.

 

(fat/fat/detikcom)

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: