//
you're reading...
kabar tuban

Tolak Penjualan Tanah, Ribuan Warga Demo Kantor Camat

Demo Tuban (detik.com)

Ribuan warga Desa Dasin, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, menggelar demo di Kantor Camat Tambakboyo. Mereka menolak menjual tanahnya seluas 650 hektar sebagai tempat bahan baku pabrik semen PT Holcim Indonesia Tbk.

Sebelum mendemo kantor camat di Jalur Pantura Tuban itu, warga menggeruduk Balai Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, karena sebagian lahan (16 hektar) berada di wilayah Desa Sawir. Di balai desa ini warga memaksa Kades Sawir, Imam Syafii, menandatangani penolakan penjualan tanah.

Aksi ini dipicu praktek spekulan dari PT Juwisin, Jakarta yang berhasil melepas tanah 16 hektar dari 650 hektar milik warga Dasin. Tanah tersebut dibeli seharga Rp 8.000 per meter, sementara warga meminta Rp 200.000 per meter. Tanpa sepetahuan warga ternyata lahan 16 hektar yang lokasinya di Desa Dasin telah dibebaskan.

“Ini jelas ada permainan sehingga warga pemilik tak tahu kalau tanahnya dibeli. Makanya kami sepakat tak akan menjual tanah,” teriak Khirom, tokoh masyarakat Desa Dasin dalam orasinya di hadapan ribuan warga di halaman Balai Desa Sawir, Rabu (24/3/2010).

Oleh karena itu menurut warga, mereka memaksa Kades Sawir menandatangani penolakan akte jual beli tersebut. Sebab, tanah tersebut dilepas tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Sementara dalam aksinya warga menaiki 8 pick up, 2 truk besar dan ratusan motor. Mereka langsung mendatangi balai Desa Sawir, untuk menemui Kades Sawir Imam Syafii. Imam semula menolak tanda tangan, namun warga yang sudah beringas nekat menerobos balai desa yang dijaga ketat aparat polisi dari Polres Tuban.

Setelah berhasil memaksa Kades Sawir Imam Syafii membubuhkan tanda tangan penolakan, mereka meneruskan aksinya di kantor Camat Tambakboyo. Mereka beriringan sambil meneriakkan yel-yel menolak menjual tanahnya ke pabrik semen.

Menurut warga, di samping karena praktek spekulan tanah, penolakan juga disebabkan tak ingin lahan pertaniannya jadi pabrik. Sebab petani tak bakal bisa berbuat apa-apa jika tanahnya tekah dijual untuk pabrik.

“Kami tak ingin setelah pabrik berdiri lingkungan desa kami rusak. Berdirinya pabrik semen di Kerek itu sudah bisa dijadikan contoh, petani yang rugi setelah melepas tanahnya,” tegas sejumlah warga di sela-sela aksi.

Di kantor Camat Tambakboyo, mereka diterima Camat Mahmud. Mahmud menyatakan, akan mengakomodir permintaan warga. Dia mengaku bahwa yang melakukan pembelian tanah bukan PT Holcim, namun investor dari Jakarta. Setelah itu, warga membubarkan diri kembali ke desanya.

Saat dikonfirmasi wartawan Camat Mahmud menyatakan, yang melakukan pembelian adalah investor bukan PT Holcim. “Kalau setelah menguasai tanah terus dijual lagi, itu kan urusan investor,” katanya.

(fat/fat/detik surabaya)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: