//
you're reading...
kabar tuban

Tiga Fraksi Kecam Wakil Ketua Komisi C

Pernyataan Wakil Ketua Komisi C DPRD Tuban, Muhammad Musa terkait polemik pengangkatan kepala sekolah (kasek) menuai kecaman.

Tiga fraksi yakni FPKB, FPDIP, dan F-Gerindra menyayangkan pernyataan wakil rakyat dari Partai Golkar itu. Sebelumnya, Musa mengatakan soal pengangkatan kasek merupakan kewenangan eksekutif. Dan setiap kebijakan eksekutif, kata dia, pasti ada yang puas dan tidak puas. Yang jelas, lanjut Musa, semua itu sudah ada mekanismenya. Dan kewenangan bupati itu, menurutnya, sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

Nah, pernyataan itulah yang dikecam ketiga fraksi tersebut. Mereka menilai pernyataan Musa itu menyalahi tupoksinya. ”Ini sangat disayangkan,” ujar ketua FPDIP, Karjo dengan nada tinggi.

Pantas saja Karjo mencak-mencak. Sebab, fraksinya menemukan dugaan pengangkatan kasek tersebut bermasalah. Menurut dia, semestinya Komisi C menindaklanjuti terlebih dahulu temuan tersebut. ”Ini lembaga dewan sebagai kontrol kebijakan pemkab. Bukan sebaliknya alias sebagai corong Pemkab Tuban,” tegas politisi asal Singgahan ini.

Dikatakan ketua DPC PDIP Tuban ini, pihaknya sudah menginstruksikan kepada anggota fraksi yang masuk di Komisi C dan Komisi A untuk menindaklanjuti temuan ini. Hal senada juga dikatakan ketua FPKB, M. Imron Chudlori. ”Apa yang dilakukan oleh wakil ketua Komisi C itu seakan-akan menjadi juru bicara pemkab. Padahal, dia sebagai legislatif,” kritiknya.

Wakil ketua F-Gerindra, Syaiful Huda juga mengkritisi pernyataan Wakil Ketua Komisi C itu. Menurut politisi PKNU ini, semestinya Komisi C segera menindaklanjuti temuan tersebut. Bukan langsung mengambil sikap mengamini kebijakan pemkab tersebut. ”Kecuali kalau sudah ditindaklanjuti oleh dewan, hasil bagaimana nanti baru memberikan kesimpulan,” kata politisi asal Widang ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Tuban M. Musa mengatakan, semua fraksi mempunyai pandangan sendiri-sendiri. ”Itu hak mereka,” tegas politisi Partai Golkar ini. Dikatakan dia, selagi Komisi C belum menemukan unsur apa yang disampaikan oleh FPDIP, pihaknya tetap mengganggap sudah sesuai prosedur yang ada. Mestinya, kata politisi asal Semanding ini, fraksi yang menemukan masalah langsung melaporkan ke pimpinan dewan. ”Kalau sudah ke pimpinan baru didelegasikan ke komisi sesuai dengan tupoksinya,” harapnya.

Musa menambahkan, selagi belum ada temuan, maka pihaknya belum berani menindaklanjuti. Bagaimana kalau pimpinan dewan merekomendasi Komisi C untuk menindaklanjuti hal itu? ”Ya kami siap,” tegasnya.

Diberitakan, Selasa (16/3) lalu FPDIP membeber pengangkatan kepala sekolah (kasek) tingkat SD, SMP, SMA dilingkup Disdikpora Tuban, Kamis (4/3) lalu diduga bermasalah. Indikasi ketidakberesan itu terlihat sejumlah guru yang lulus tes, namun tidak diangkat menjadi kasek. Sebaliknya, pendidik yang dinyatakan tidak lulus tes, diangkat menjadi kasek. Yakni pengangkatan kasek di tingkat SMP misalnya. Dari 18 pendidik yang dinyatakan lulus tes, yang diangkat hanya 8 pendidik. Tragisnya pendidik yang tidak lulus tes malah diangkat menjadi kasek. Hal itu juga terjadi ditingkat SMA. Dari 6 pendidik yang dinyatakan lulus tes, 2 pendidik tidak diangkat kasek. Namun pendidik yang tidak lulus, diangkat menjadi kasek. (zak/wid)

(Radar Bojonegoro/Jawa Pos Group)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: