//
you're reading...
kabar tuban, Wisata Tuban

Banyu Brubulan Sumber Abadi Warisan Sunan Kalijogo

Banyu BrubulanBanyu Brubulan yang ada di Dusun Mbok Gedhe Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban, diyakini sebagai warisan Sunan Kalijogo tak berpengaruh meski terjadi kekeringan.

Sumber air di atas bukit kapur dusun selama bertahun-tahun mampu menghidupi warga dusun atau desa-desa sekitarnya. Kala itu sang Sunan hendak mencari air wudhu, namun tak ada sumber pun di wilayah itu. Hingga akhirnya dia tancapkan dua ranting dan saat dicabut ke luar airnya.

Banyu Brubulan pun menjadi gantungan hidup warga. Selain airnya bersih, dari sentra dua sumber bermuara hingga bertemu satu sungai. Air dari sungai menuruni bukit kapur di wilayah hutan Jati Perhutani KPH Tuban.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com dari warga di lokasi Banyu Brubulan menyebutkan, di samping menjadi sentra pengambilan air bersih, sumber air yang sarat kisah ritual ini diyakini memiliki tuah. Wajar karena pembuat sumber air kembar yang dikelilingi sembilan pohon ingas ini adalah Sunan Kalijogo.

Putra Bupati Tuban Wilwatikto yang dilahirkan dengan nama R Said ini dikenal memiliki kedigdayaan pilih tanding. Dengan kesaktiannya pula dia mampu membuat bukit yang gersang ke luar airnya.

“Sejak itulah Banyu Brubulan ini ada. Ini cerita dari kakek buyut saya dulu,” kata Salekan (54), seorang pengambil air yang ditemui detiksurabaya.com di lokasi Banyu Brubulan di Dusun Mbok Gedhe, Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban, Senin (10/8/2009).

Dikisahkan, kala itu Wali Songo ada agenda rapat mendadak di Goa Gembul, sekitar 5 Km arah selatan dari Banyu Brubulan. Sebelum rapat, para wali berkumpul di Pertigaan Kalbakal (kawasan pintu masuk Desa Jadi).

Siang begitu terik ketika para sunan akan berangkat dari Kalbakal. Di tengah perjalanan, tepatnya di bukit kapur pedukuhan Mbok Gedhe, memasuki waktu salat Dhuhur. Saat itulah Sunan Kalijogo diminta para wali membuat sumber air untuk keperluan wudhu. Setelah dua sumber dibuat, usai salat Dhuhur, Sunan Kalijogo menanam sembilan pohon ingas sebagai manifestasi keberadaan Wali Songo.

Kini legenda itu masih lekat di tengah warga Jadi. Sumber air yang disakralkan itu pun memiliki tuah. Di samping menjadi andalan sumber warga, airnya dipakai orang untuk memancing sumur yang kering.

“Kadang ada rombongan orang datang mengambil air, katanya dipakai untuk penglarisan dagangan. Ada juga yang mengambil air untuk menyembuhkan penyakit,” ujar Kastono (39), warga setempat di tempat sama.

Yang pasti sumber air ini berbeda dengan sumber air lainnya. Jika musim penghujan aliran airnya mengecil. Jika musim kemarau, justru airnya bertambah banyak.

Terlepas dari kebenarannya, kenyataannya Banyu Brubulan di Dusun Mbok Gedhe ini, sangat membantu warga Desa Jadi dan sekitarnya. Bahkan, tiap hari sejumlah truk tangki hilir mudik menyedot air dari sumber itu. Tangki tersebut mendistribusi air bersih untuk warga Desa Gesikan, Pambuhan, Dawung (semuanya di kecamatan Grabagan), Tegalrejo, Oro-Oro Ombo, Becok (di Kecamatan Merakurak), Jadi dan Desa Selang di Kecamatan Semanding. (detiksby.com)

Diskusi

One thought on “Banyu Brubulan Sumber Abadi Warisan Sunan Kalijogo

  1. Pengin mandi….

    Posted by JOYO | 31 Juli 2012, 16:10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: