//
you're reading...
kabar tuban

Kemungkinan Kabupaten Tuban Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Di Jawa Timur

Oleh :
AHMAD ZAFRULLAH TN
SEKRETARIS DEWAN PAKAR PROPINSI JAWA TIMUR

PENDAHULUAN
Globalisasi telah mendorong terjadinya perubahan pola produksi dan distribusi para produsen dunia agar produk yang dihasilkan semakin kompetitif serta mampu menghasilkan the right product at the right place, and at the right time. Dalam persaingan yang semakin ketat, upaya menekan biaya dan peningkatan pelayanan terhadap konsumen menjadi semakin menentukan. Berbagai industri kemudian melakukan outsourcing dan bahkan migrasi ke negara-negara di wilayah Asia Timur untuk menekan harga produksi. Selain itu, untuk meningkatkan sensitivitas terhadap perubahan kebutuhan konsumen, dilakukan penyebaran pusat perakitan dan distribusi di lokasi-lokasi sedekat mungkin dengan pasar yang menjadi sasaran, hal ini mengubah pola logistic, supply chain tradisional yang semula memakai pola manufacturing push menjadi pola consumer pull.
Dalam perubahan besar yang sedang terjadi tersebut, Jawa Timur memiliki beberapa keunggulan yang dapat dijadikan peluang dalam menarik investasi PMDN, PMA, dan Non Fasilitas, antara lain :
1. Pelabuhan laut internasional Tanjung Perak Surabaya.
2. Bandara internasional Juanda.
3. Terminal Peti Kemas Surabaya.
4. Jalan Tol Surabaya-Gempol; dan Waru- Tanjung Perak; serta Surabaya-Gresik-Lamongan.
5. Kereta Api Komuter Surabaya-Sidoarjo dan Surabaya-Lamongan.
6. Kawasan pabrik di SIER, PIER, dan NIP Ngoro-Mojokerto.
7. Kawasan Industri di Sibarian, Gresik, Tuban, Tulungagung dan Banyuwangi Selatan.
8. Zone industri di koridor Taman Sepanjang-Krian; Koridor Waru-Sidoarjo; koridor Osowilangun – Romo Kalisari; Koridor Driyorejo-Bambe; koridor Ploso – Jombang; dan koridor Krian – Kletek.
9. Perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank.
10.Jaringan listrik, air minum, dan telepon.
11.Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang cukup banyak.
12.Tersedia tenaga kerja dengan klasifikasi ahli dan non ahli dalam jumlah cukup banyak.
13.Memiliki Peraturan Daerah tentang Pelayanan Publik.
14.Aneka obyek pariwisata yang tersebar di Surabaya, Batu, Malang, Lamongan, Pasuruan, Jember, dan Banyuwangi.
15.Pusat-pusat perdagangan; mall, super mall, dan aneka grosir, Tanggulangin, Wedoro, dan lain-lain.
Berdasarkan aneka keunggulan yang dimiliki Jawa Timur dapat dijadikan peluang dalam menarik investasi maka penerapan kawasan ekonomi khusus sangat cocok karena dapat mengintegrasikan seluruh kegiatan ekonomi dan bisnis, seperti industri, perdagangan, restoran, hotel, pariwisata, pertanian, pertambangan, dan aneka jasa dalam upaya menarik investasi ditengah-tengah banyaknya permasalahan yang sulit diselesaikan, khususnya masalah kependudukan, kemiskinan dan pengangguran serta bencana alam yang silih berganti.
Kabupaten Tuban sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur sangat relevan dijadikan pilot project penerapan kawasan ekonomi khusus di Jawa Timur dengan argumentasi : (1) tersedia pelabuhan laut; (2) memiliki kawasan industri; (3) memiliki kawasan pariwisata; (4) memiliki potensi minyak bumi dan gas alam; (5) menopang Blok Cepu; (6) dan lain-lain.

PROFIL KABUPATEN TUBAN
Kabupaten Tuban terletak pada 111,30’-112,35’ Bujur Timur dan 6,40’-7,18’ Lintang Selatan. Di sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah selatan dengan Kabupaten Bojonegoro, sebelah timur dengan Kabupaten Lamongan, dan sebelah barat dengan Propinsi Jawa Tengah.
Luas wilayah daratan Kabupaten Tuban adalah 1.839,94 km2 dengan panjang pantai 65 km dan luas wilayah lautan sebesar 22.608 km2. Luas wilayah 1.839,94 km2 terbagi dalam 19 kecamatan, 311 desa, dan 17 kelurahan. Berdasarkan data tahun 2004 dapat diketahui bahwa jumlah penduduk laki-laki 535.655 orang dan penduduk perempuan berjumlah 548.728 jiwa atau secara keseluruhan mencapai 1.084.383 jiwa. Tingkat kepadatan penduduk mencapai 589 orang untuk setiap 1 km2.
Potensi ekonomi yang telah berkembang di Kabupaten Tuban antara lain : tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, kayu pertukangan dan kayu bakar, industri pengolahan besar dan sedang, industri kecil dan kerajinan rumahtangga, perdagangan, hotel, dan restoran, serta hasil tambang, seperti pasir kwarsa, tanah liat, batu kapur, dan batu dolomite. Beberapa obyek pariwisata yang cukup terkenal diantaranya : (1) Makam Sunan Bonang; (2) Goa Akbar; (3) Klenteng Kwan Sin Bio; (4) Sentra Industri Batik Gedog; (5) Dan lain-lain.

KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK)
Kawasan ini mengintegrasikan berbagai jenis kegiatan, antara lain : industri, perdagangan, jasa, pariwisata, pertanian, dan lain-lain sebagai upaya untuk menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja pada saat negara masih memiliki kendala, prasarana, kebijakan yang belum sempurna, proses investasi dan lisensi yang masih komplek, kendala biaya ekonomi tinggi dan masalah keamanan.
Dalam kawasan ini diberlakukan ketentuan khusus di bidang kepabeanan, perpajakan, perijinan, keimigrasian, dan ketenagakerjaan, yang didukung infrastruktur yang andal dan Badan Pengelola yang professional berstandar internasional. Ini berarti daya tarik kawasan ini terletak pada kemudahan berusaha, pengurangan pajak perusahaan, repatriasi laba, dan pelonggaran kontrol devisa.
Tujuan yang ingin dicapai dalam KEK adalah : (1) peningkatan investasi; (2) penyerapan tenaga kerja; (3) penerimaan devisa; (4) keunggulan kompetitif produk ekspor; (5) meningkatkan pemanfaatan sumberdaya lokal, pelayanan, dan kapital bagi peningkatan ekspor; dan (6) mendorong terjadinya peningkatan kualitas SDM melalui transfer of technology.

DASAR PERTIMBANGAN
Dasar pertimbangan dipilihnya Kabupaten Tuban sebagai KEK adalah sebagai berikut :
Tabel 1
Dasar Pertimbangan
No. Faktor Pertimbangan
1. Bisnis Banyak UKM
Berdekatan dengan Blok Cepu (20 menit)
Waktu 2 jam ke Surabaya
Tersedia perbankan dan asuransi
Tersedia bahan mentah dan bahan baku
Lokasi siap bangun

2. Pendukung Dukungan Pemerintah
(Pusat – Provinsi Jawa Timur – Kabupaten
Tuban)
Dukungan perbankan (Pemerintah dan Swasta)
Keterbukaan masyarakat terhadap kehadiran
industri dan perdagangan

3. Tenaga Kerja Tersedia buruh untuk pabrik dan perusahaan
Tersedia buruh trampil
Jarang terjadi unjuk rasa buruh

4. Biaya Harga dan sewa tanah lebih murah dibanding
Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Pasuruan.
Upah buruh mengikuti UMK penetapan
Gubernur Jawa Timur.

5. Infrastruktur Tersedia pelabuhan laut
Tersedia kawasan industri (HGB)
Sudah berdiri industri besar
Industri Kimia Dasar
Industri Mesin dan Logam Dasar
Tersedia hotel dan rumah makan
Tersedia terminal bus pariwisata

PERSIAPAN MENDESAK
A. Tugas Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Tuban :
1. Mempersiapkan sistem perizinan satu atap
2. Mempersiapkan kerangka regulasi yang kondusif bagi iklim investasi.
3. Dukungan terhadap keamanan dan ketertiban.
4. Kepastian lahan untuk KEK.

B. Tugas Pemerintah Pusat
1. Membuat dasar hukum dalam bentuk Undang-Undang atau
Peraturan Pemerintah yang mengatur secara khusus dan bersifat
lex specialis.
2. Membentuk Otoritas Kawasan yang bertugas mengatur kegiatan di
kawasan yang bersangkutan.
3. Memfasilitasi bebas bea masuk atas impor barang modal dan bahan
baku.
4. Pembebasan PPN atas pengimporan barang modal dan bahan baku.
5. Pembebasan penggunaan tenaga kerja asing untuk jabatan-jabatan
yang belum dapat diisi oleh tenaga kerja Indonesia.
6. Fasilitas perpajakan, berupa :
a. Pengurangan penghasilan neto paling tinggi 5% per tahun dari
jumlah realisasi penanaman modal yang dilakukan dan diberikan
selama 6 tahun, atau
b. Pengurangan atau pembebasan Pajak Penghasilan Badan (Tax Deduction) tidak lebih dari 50% dalam waktu selama-lamanya 5
tahun.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s