//
you're reading...
Bektiharjo, kabar tuban, Wisata Tuban

Banyak Pengunjung Tewas, Pemandian Bektiharjo Diruwat

BERITAJATIMcom – Dikarenakan banyak pengunjung yang tewas tenggelam di Pemandian Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban sejak beberapa bulan terakhir, sangat berdampak terhadap jumlah wisatawan yang datang.

Bahkan, penurunannya cukup drastis masyarakat yang datang ke tempat wisata pemandian yang terletak di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban itu. Takut pengunjung semakin hari bertambah hilang, pengelola menggelar ruwatan di tempat pemandian Bektiharjo, Minggu (12/7/2009).

Tujuanya sepele, di antaranya agar tidak ada musibah atau jatuhnya korban tewas saat berwisata dan warga kembali memilih Bektiharjo untuk berwisata menghabiskan masa senggangnya.

Ruwatan tersebut sebenarnya telah disarankan oleh para sesepuh desa setempat. Sebab, sejumlah pengunjung yang tewas tenggelam di pemandian Bektiharjo dianggap akibat dari kurangnya sesajen yang dipasang saat tempat wisata itu dibuka pertama kali pada beberapa puluh tahun lalu.

“Untuk melengkapinya, maka saat ini kita laksanakan ruwatan,” kata Kepala Desa Bektiharjo, Restu, kepada beritajatim.com, Minggu (12/7/2009).

Diterangkan, dengan ruwatan tersebut pengelola dan warga sekitar berdoa, agar musibah tidak aka ada lagi, khususnya peristiwa pengunjung yang meninggal tenggelam di tempat tersebut.

Sementara itu, prosesi ritual yang diikuti para pengelola, Dinas Pariwisata Pemkab Tuban, Polsek Semanding dan para pengunjung itu, diawali dengan tumpengan bersama-sama di bawah pohon rindang yang berada di tengah lokasi pemandian.

Setelah itu, pengelola bersama juru kunci Bektiharjo melepas Ayam liring kuning yang dilanjutkan dengan penancapan bambu kuning persis di tengah lokasi wisata air alami itu.

“Memang bisa dibilang ini klenik. Namun, apa salahnya kita turuti petuah dari sesepuh. Sebab, semua orang tak mengharapkan ada musibah lagi,” sambung Kades Restu.

Selain melakukan ritual, pengelola Pemandian Bhektiharjo juga mengakui bahwa sistem keamanan masih kurang. Sebab, dua kolam renang dan satu sendang pemandian hanya ada seorang penjaga.

“Mestinya butuh beberapa penjaga agar setiap ada pengunung yang kalap bisa cepat ditolong,” katanya.

Sebenarnya, sejak sering terjadi orang kalap dan meninggal di pemandian, pihaknya telah mengusulkan kepada dinas terkait. Namun, sejauh ini belum ada tanggapan serius.

Kades Restu juga menjelaskan, banyaknya orang yang tewas kalap di pemandian Bhektiharjo, menurut sejumlah orang pintar, juga disebabkan binatang penunggu berupa kera liar di Bektiharjo yang tewas dibunuh warga setempat.

Terbukti, dari jumlahnya yang dulu ratusan ekor, saat ini tinggal empat ekor kera yang berada di Bektiharjo. Itu pun bisa terancam hilang. “Kalau dulu sudah tidak bisa dihitung jumlahnya, bisa sampai ratusan ekor. Selain dibunuh, kera tersebut juga kurang dipelihara dengan baik,” sambungnya.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: