//
you're reading...
kabar tuban

Sebelas Kecamatan Terjangkit Flu Burung

Sebelas kecamatan di Tuban sejak dua bulan terakhir ini dinyatakan positif terjangkit flu burung. Kecamatan terakhir yang dinyatakan terjangkit flu burung adalah Kecamatan Tambakboyo.

Di Desa/Kecamatan Tambakboyo, Senin (2/3) lalu ditemukan 20 ekor ayam mati mendadak. Sehari berikutnya, 5 ekor ayam mati mendadak. Kemarin, beberapa ekor ayam juga mati.

Di desa ini, Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tuban hanya berhasil memusnahkan beberapa ekor ayam yang mati dengan dibakar dan dikubur. Sementara sebagian ayam lainnya telanjur dibuang di sungai.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tuban Sulistyani mengatakan, berjangkit kembali flu burung di Tuban dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya, musim penghujan.

Menurut dia, curah hujan yang tinggi, mengakibatkan lingkungan sekitar becek dan kotor. ”Ini yang menjadi pemicu berjangkitkan kembali flu burung,” ujar dokter hewan jebolan Unair Surabaya ini.

Faktor lain, kata Sulistyani, risiko penularan. Berdasar hasil temuannya di lapangan, banyak warga yang menjual ayam sakit yang diduga karena terjangkit flu burung. Ayam-ayam yang terinfeksi virus H5N1 inilah yang kemudian menular kepada binatang unggas lainnya.

Ditambahkan Sulistyani, selain melalui pedagang ayam di pasar, mewabahnya flu burung di Tuban juga dipengaruhi kesalahan warga membudidayakan ternaknya. Menurut dia, seharusnya binatang unggas tersebut dilokalisasi di kandang atau dibuatkan pagar pembatas.

Sulistyani menyatakan, instansinya sudah mengambil langkah-langkah antisipasi untuk meminimalisasi penyebaran flu burung. Selain memusnahkan unggas yang diindikasi terserang flu burung dengan dibakar, kata dia, pihaknya juga menyemprotkan disinfektan di kandang-kandang unggas yang terjangkit flu burung. ”Mensosialisasikan masalah ini kepada masyarakat juga terus kami giatkan,” tutur wanita kelahiran Mojokerto 56 tahun lalu ini.

Wabah flu burung kali pertama ditemukan berjangkit di Tuban pada awal 2004. Setelah itu, wabah ini meluas dan menyebar hingga 2007. Penyebaran virus tersebut baru reda pada 2008. Setelah itu, awal Januari lalu wabah flu burung kembali muncul.

Dengan temuan di Desa/Kecamatan Tambakboyo itu, sudah sekitar seribu lebih ayam mati mendadak di sebelas kecamatan. Selain Tambakboyo, kecamatan lain adalah Palang, Widang, Rengel, Palang, Merakurak, Tuban, Jenu, Bancar, Semanding, dan Jatirogo.


(radarbojonegoro)

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: