//
you're reading...
kabar tuban

Banjir di Tuban Masih Meluas

Luapan air Bengawan Solo masih meluas di Tuban. Di Kecamatan Plumpang misalnya. Banjir kemarin (7/3) mulai merendam pemukiman warga di Bandungrejo, Sembung, dan Plumpang. Padahal, sejak Jumat (6/3) lalu, air hanya menggenangi wilayah persawahan.

Kondisi terparah terjadi di Desa Bandungrejo. Selain menenggelamkan sekitar 60 hektare (ha) lahan pertanian, sebagian rumah warga dan jalan kecamatan yang menghubungkan desa ini dengan ibu kota kecamatan juga terendam air. Panjang jalan yang terendam sekitar 600 m. Ketinggian air pada titik jalan yang terendam ini sekitar 40 cm.

Kondisi tersebut mengakibatkan desa ini terisolasi. Jalan yang tergenang air ini tak bisa dilalui mobil. Sejumlah kendaraan bermotor yang memaksa lewat, juga mengalami problem mesin.

Kades Bandungrejo Tulus mengatakan, arus air sungai yang melintasi desanya cukup deras. Kondisi tersebut diperparah dengan genangan air hujan yang turun di desa setempat. Dalam kondisi seperti ini, lanjut dia, sangat mungkin genangan banjir terus meluas dan meninggi.

Di Desa Plumpang dan Sembung, sejumlah rumah warga juga mulai terendam air. Ketinggian air yang naik itu membuat Pemkab Tuban kemarin memberlakukan siaga III. Kepala Kesbangpolinmas Tuban Teguh Setyobudi menyatakan, sampai kemarin ada lima kecamatan yang terendam banjir. Kelima kecamatan itu, Parengan, Rengel, Soko, Plumpang, dan Widang. ”Yang parah di Kecamatan Widang,” ujarnya.

Di Kecamatan Widang, air luapan Bengawan Solo bisa masuk melalui tanggul Tegalsari yang jebol pada 1 Maret lalu. ”Ya belum bisa diperbaiki (tanggul Tegalsari), sebab masih tergenang air,” katanya.

Untuk Kecamatan Rengel, lanjut dia, air sudah memasuki perumahan warga. ”Kira-kira enam desa yang terendam,” imbuhnya.

Dia menambahkan, Pemkab Tuban terus bersiaga membantu korban banjir. Hingga kemarin, tiga perahu karet disiagakan di Kecamatan Widang, satu perahu karet di Parengan, dan satu perahu karet di Rengel. ”Selain itu, juga 8 tenda sudah kami distribusikan ke Widang,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Widang Bambang Dwijono mengatakan, di wilayah kecamatannya ada 8 desa yang tergenang banjir. Yakni, Desa Banjar, Tegalsari, Tegalrejo, Kedungharjo, Simo, Compreng (Dusun Temas), Mlangi (Dermalang), dan Desa Mrutuk.

”Transportasi dari Desa Mrutuk menuju Mlangi tergenang air hingga 40 cm. Jadi, ada mobil yang berani lewat, ada juga yang tidak berani,” katanya.

Camat Parengan Eko Arif Yulianto saat dikonfirmasi mengatakan, setelah sempat diterjang banjir bandang, wilayah kecamatannya kemarin kembali normal. ”Sudah tidak ada desa yang tergenang,” katanya.

Dia menuturkan, banjir bandang di Kecamatan Parengan pernah terjadi di 1978, 1984, serta 2003. ”Dan tahun 2009 ini termasuk besar,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pihaknya belum bisa memerkirakan berapa besar kerugian akibat banjir bandang tersebut. ”Masih proses perhitungan,” imbuhnya.

Menurut dia, pemkab telah membantu 5 ton beras untuk korban banjir bandang di Kecamatan Parengan. ”Sudah kami salurkan ke desa-desa,” katanya.

Sementara itu, untuk meringankan korban banjir, kemarin sumbangan dari pembaca Jawa Pos didistribusikan di Desa Dermalang, Mrutuk, dan Tegalrejo, seluruhnya di Kecamatan Widang.

Di masing-masing desa ini, relawan Jawa Pos menyerahkan 20 bungkus mi instan kepada setiap kepala keluarga (KK). Bambang Supriyono, salah satu anggota relawan mengatakan, sambil menyerahkan bantuan, tim relawan juga mensurvei warga korban banjir. Sehingga, nantinya terkumpul data desa mana saja yang diproritaskan menerima bantuan dan bentuk sumbangangannya.

(radarbojonegoro)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: