//
you're reading...
kabar tuban

Banjir Di Sandingrowo, Soko, Tuban

Banjir Masih Merendam Desa Sandingrowo, Soko, Tuban

Bantaran sawah di sebagian Desa Sandingrowo tak terlihat lagi kemarin (28/2). Hamparan padi yang sebelumnya menjadi pemandangan alam desa, berubah menjadi seperti lautan yang terbentang luas karena banjir.

Jalan menuju desa setempat juga sudah tak terlihat aspalnya. Genangan air di jalan itu setinggi pinggang orang dewasa. Sementara di pintu masuk desa tersebut, belasan perahu kecil siap menyambut para ”tamu”.

Perahu-perahu itu digunakan sebagai sarana tranportasi di desa karena jalan yang ada sudah terendam air. Perahu yang ditumpangi wartawan koran ini bergerak masuk desa tersebut. Puluhan rumah yang ada sudah tak terlihat lagi lantainya. Beberapa anak memilih bermain air di sekitar rumahnya. Sedangkan orang tua mereka mengawasi dari rumah.

Sejumlah rumah di desa itu ada yang sudah tertutup rapat. ”Ngungsi Mas, orangnya,” kata salah seorang warga yang wartawan koran ini menunjuk salah satu rumah yang tertutup rapat.

Warga yang bertahan di rumah saat ini terancam kelaparan. Sebab, persediaan makanan yang ada kian menipis. ”Sampai saat ini belum dapat bantuan,” kata Yatmi, salah satu warga desa setempat yang mengaku sudah sepekan ini rumahnya terendam banjir.

Tahun lalu, rumah Yatmi juga kebanjiran. Namun, dia langsung mendapatkan bantuan. ”Contohnya mi, nasi, minyak. Kok sekarang belum,” keluhnya.

”Niki dereng angsal bantuan nopo-nopo Mas (ini belum dapat bantuan apa-apa Mas),” ujar Ratmi, warga lainnya yang kemarin memasak di atas meja.

Sebelum memilih bertahan di rumah, dia lebih dulu mengungsikan sapi miliknya ke tempat yang aman. Bagi Ratmi dan sebagian warga lainnya, mengungsi bakal membuat mereka akan mengeluarkan banyak biaya. ”Mending di rumah saja, ngungsi malah bondone akeh,” kata Kaslam, warga desa setempat yang juga mengaku belum menerima bantuan korban banjir.

”Ini kaki saya sudah terserang kutu air, kok bantuan obat-obatane belum datang,” keluhnya. Tak hanya rumah warga yang terendam banjir. Sejumlah tempat pendidikan juga sudah tergenang air. Di antaranya, MI Nurul Ulum desa setempat dan SDN Sandingrowo. ”Satu minggu libur nggak ada kegiatan sekolah,” kata Tasma’in, kepala MI Nurul Ulum.

Libur itu diberlakukan karena ketinggian air di sekolah setempat setinggi paha orang dewasa. ”Selain itu lantai dua dipakai untuk mengungsi warga,” imbuhnya. Dia mengaku setiap tahun sekolah tersebut selalu tergenang air. ”Usai banjir pasti disuruh menyetorkan data, tapi kok bantuanya belum tiba-tiba,” keluhnya.

(radarbojonegoro)

Diskusi

One thought on “Banjir Di Sandingrowo, Soko, Tuban

  1. Hmmmm…. Baanjir dimana-mana… Siapakah yang salah…? Alam ataukah manusia yang harus di salahkan? Tentu kita semua tau siapa sebenarnya penyebab terjadinya banjir…
    *terus berbagi informasi, kita nikmati betapa Indahnya berbagi itu…

    Posted by mamas86 | 1 Maret 2009, 09:40

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: