//
archives

Kekayaan Laut

This category contains 5 posts

Ombak Pasang Rusak Hutan Mangrove

Laut pasang yang berlangsung selama sebulan lebih yang lalu telah merusak sekitar 105 hektar lahan konservasi di sepanjang pantai Tuban, dari Desa Sugihwaras Kecamatan Jenu, hingga Pantai Sukolilo di Kecamatan Bancar.

Seperti dilansir Surya Online kemarin, laut pasang telah mengikis pantai hingga 30 meter. Akibatnya, ribuan mangrove yang ditanam sepanjang tahun 2006-2007 hanyut terbawa arus air laut. Tanggul pengaman sepanjang 6 km juga jebol terkena terjangan ombak. Ribuan mangrove yang dibudidayakan di Mangrove Center merupakan sumbangan dari beberapa lembaga donor luar negeri dan pemerintah untuk program konservasi hutan pantai.

Ikan Bakar, Menebar Asap

Pesisir pantai utara (pantura) Tuban juga dikenal dengan ikan bakar. Produk olahan ikan hasil tangkapan laut tersebut sejajar dengan komoditas ikan segar, terasi, dan petis.

Pengolahan ikan secara tradisional ini sudah berlangsung turun temurun. Ikan bakar ini tidak hanya dipasarkan lokal. Namun, juga ke luar kota. Memproduksi ikan bakar biasanya dilakukan wanita nelayan pada sore. Meski asap pembakaran ikan ini cukup pekat dan berbau menyengat, warga kampung nelayan sudah akrab dengan asap tersebut. Seperti di kampung nelayan Karangsari Kecamatan Tuban, asap ikan bakar menebar hingga ke gang-gang sempit kampung ini.

(radarbjn)

Tambak Dipanen Sebelum Waktunya

Puluhan tambak ikan di jalur Pantura, Widang terpaksa di panen sebelum waktunya. Ini dilakukan setelah tanggul penahan banjir di Desa tegalsari jebol. Para pemilik tambak khawatir jika banjir akan merusak tambaknya dan menimbulkan kerugian yang tak sedikit.

Panen ikan sebelum waktunya ini dilakukan para pemilik tambak sejak Selasa sore. Para pemilik tambak kemudian menjual ikannya dengan harga yang murah, sekitar 20 ribu per kilo.

Para pemilik menghawatirkan banjir akan menenggelamkan tambak berisi ikan bandeng dan nila ini seperti banjir tahun lalu.

(indosiar)

Ikan Bertuliskan La Ilaaha Illallah Ditemukan di Tuban

Seekor ikan hias yang memiliki tulisan kalimat tauhid La Ilaaha Illallah ditemukan di Tuban, Jawa Timur. Ikan itu merupakan peliharaan seorang ustad di Pondok Pesantren Langitan.

Ikan Bertuliskan La Ilaha Illallah

Ikan Bertuliskan La Ilaha Illallah

Tulisan La Ilaaha Illallah yang berarti tiada tuhan selain Allah terlihat muncul di bagian punggung ikan berjenis sepat itu. Ikan tersebut didapatkan ustad Miftahul Munir dari seorang pedagang di pasar ikan Lamongan tiga pekan silam. Namun, keistimewaan ikan itu baru diketahui beberapa waktu lalu.

Dilihat sekilas, ikan tersebut memang tampak seperti ikan pada umumnya. Namun, jika didekati, di punggung kanan dan kiri ikan terdapat guratan yang menyerupai tulisan La Ilaaha Illallah. Bahkan, kini foto ikan hias aneh itu sudah di pasang di website Ponpes Langitan. Ikan itu, kini menghiasi aquarium milik di kompleks Ponpes.

Penemuan ikan aneh itu bermula dari perjalanan ustad Munir ke Kota Lamongan. Saat hendak kembali ke Tuban, dia teringat akan niatnya membeli ikan hias. Akhinya dia pun mampir ke pasar ikan hias.

Saat membeli ikan, ustad Munir tidak mengetahui jika ada tulisan lafaz tauhid di tubu ikan yang dibelinya. Ia pun membeli dua ikan hias dengan harga Rp2.500 per ekor. Sesampainya di kompleks Ponpes Langitan, dua ikan hias itu lantas di masukkan ke dalam aquarium kecil di ruang tengah rumahnya.

Ia baru kaget setelah sekira seminggu kemudian, seorang temannya berkunjung ke rumahnya dan menunjukkan keanehan salah satu ikan hias tersebut. Kabar ikan aneh itu pun menyebar kepada santri dan warga di sekitar kompleks ponpes. Bahkan, untuk menunjukkan keanehan kepada khalayak umum, pengelola website resmi Ponpes Langitan menampilkan gambar ikan tersebut.

“Awalnya, saya tidak tahu. Tapi ini mengingatkan kita akan kebesaran Allah,” kata ustadz Munir di Tuban, Jawa Timur.

Ustad Munir berpesan keajaiban ini seyogyanya bisa mempertebal keimanan seseorang. Sebaliknya keanehan ini jangan dinilai sebagai suatu yang janggal. “Tapi lebih baik diambil hikmahnya, bahwa kebesaran Allah terlihat di mana-mana, subhanallah,” katanya.

(okezone.com)

Kekayaan Laut Tuban

Dilihat dari karakteristik geografis dan potensi alamnya, Kabupaten Tuban tidaklah jauh berbeda dengan daerah lainnya yang berada di pesisir pantai utara Jawa Timur, seperti Kabupaten Gresik dan Lamongan. Selain memiliki daerah pantai yang cukup panjang, yakni sekitar 65 kilometer, wilayah Tuban juga terdiri dari gunung-gunung kapur dan hutan jati yang saat ini sudah mulai habis.

Dengan kondisi alam yang demikian, maka tak heran potensi daerah Tuban menjadi cukup luas, mulai dari laut sampai daratan. Salah satu hasil kekayaan laut Kabupaten Tuban yang sudah dimanfaatkan sebagai komoditas ekspor adalah potensi ikan teri nasi.

Pengolahan ikan teri yang terdapat di daerah pantai, seperti di Kecamatan Palang, Jenu, Tambakboyo, dan Bancar, hasilnya sudah diekspor ke Jepang. Tidak main-main, kapasitas produksinya mencapai 130 ton dengan nilai produksi mencapai Rp 3,4 miliar per tahun.

Kekayaan hasil laut dari wilayah yang populasi sapi potongnya termasuk empat besar di Jatim itu juga terbilang menggembirakan. Selain tanaman pangan, ekspor berbagai komoditas kelautan cukup berarti nilainya, seperti udang sekitar Rp 5,4 miliar dan teri senilai Rp 46,2 miliar. Tak ayal, ekspor hasil laut ke Singapura, Jepang, Korea, dan Cina menjadi pemasok yang cukup besar bagi sektor pertanian.

Oleh karena itu, meski mempunyai cukup banyak potensi industri olahan, seperti legen dan makanan olahan lain dari Kecamatan Tuban dan Semanding atau gerabah hias di Kecamatan Semanding dan Parengan, kebanyakan hasil industri kecil dan menengah Tuban masih berbicara di tingkat lokal. distribusinya pun hanya menjangkau empat pasar tradisional dan satu pasar hewan.

Sesuai pergeseran peruntukan Tuban dari daerah agraris menjadi daerah industri yang strategis, Pemda Kabupaten Tuban menata wilayah-wilayah industri dengan wilayah pertanian sebagai penyeimbang. Lima kecamatan yang diperuntukkan bagi kawasan industri, yaitu Palang, Tuban, Jenu, Tambakboyo, dan Bancar, akan ditopang 14 kecamatan lainnya sebagai kawasan hijau.

Dilihat dari segi Obyek wisata dan Geografis, kota Tuban sangat berpotensi menyedot wisatawan, sebab Tuban berada pada jalur Pantura yang memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke Kota Tuban.

(tubanstore)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.